logo
Berita perusahaan terbaru tentang Prosedur penerimaan kawat & kabel saat tiba di lokasi konstruksi

May 19, 2026

Prosedur penerimaan kawat & kabel saat tiba di lokasi konstruksi



Penerimaan kawat dan kabel saat memasuki lokasi merupakan tautan penting dalam memastikan keselamatan proyek. Langkah-langkah dan spesifikasi berikut harus diterapkan secara ketat:

I. Persiapan Pra-Penerimaan

  1. Beritahu Pihak Terkait:​ Memberitahukan Unit Pengawasan dan Perwakilan Pemilik terlebih dahulu untuk menjadwalkan waktu pemeriksaan bersama.

  2. Siapkan Dokumentasi:​ Siapkan gambar desain, dokumen spesifikasi, dan formulir catatan penerimaan.

  3. Alat Penerimaan:​ Pita pengukur baja, jangka sorong, Penguji resistansi isolasi (Megger), dll.

II. Verifikasi Dokumentasi (Wajib)

Semua dokumen yang tercantum di bawah ini harus lengkap dan valid.

Nama Dokumen

Persyaratan

Sertifikat Kesesuaian Produk

Salinan asli diperlukan untuk setiap batch; informasi harus lengkap dan dapat dibaca.

Laporan Inspeksi

Dikeluarkan oleh laboratorium pengujian yang terakreditasi nasional.

Laporan Uji Pabrik

Harus mencakup pengujian ketahanan api, peringkat ketahanan api, dll.

⚠️ Catatan:Kabel tanpa dokumen sertifikasi yang sah tidak diperbolehkan masuk ke lokasi.

AKU AKU AKU. Standar Penerimaan Fisik

1. Inspeksi Visual

  • ✅ Lapisan insulasi/jaket utuh dan tidak rusak, dengan ketebalan seragam dan warna konsisten.

  • ✅ Tidak ada cacat seperti kempes, terpelintir, retak, atau melepuh.

  • ✅ Konduktor tidak menunjukkan oksidasi, karat, kerusakan, atau untaian lepas.

2. Pemeriksaan Penandaan & Pelabelan

  • Penandaan pada selubung luar harus diberi jarak dengan jarak tidak lebih dari 1 meter.

  • Isi:Nama pabrikan, Spesifikasi/Model, Tegangan terukur, Panjang, tanda sertifikasi CCC.

  • Penandaan harus dapat terbaca dan tetap jelas setelah digosok sebanyak 5 kali dengan kain yang dibasahi bensin atau alkohol.

3. Pengukuran Dimensi

  • Toleransi Panjang:​ Kesalahan tidak boleh melebihi 0,5% dari total panjang.

  • Ketebalan Isolasi:Diukur dengan jangka sorong; harus mematuhi GB/T 5023.3-2008.

  • Resistansi Konduktor:Resistansi konduktor tembaga pada 20°C ≤ 0,017241 Ω·mm²/m.

4. Pengujian Kinerja Listrik

  • Resistansi Isolasi:

    • Kabel tegangan rendah (0,6/1kV): ≥ 0,5 MΩ·km.

    • Setelah kabel direndam dalam air selama 24 jam, uji dengan Megger 750V: Resistansi > 0,5 MΩ.

    • Untukkabel dan kabel, uji dengan Megger 1000V: Resistansi > 10 MΩ.

IV. Protokol Pengambilan Sampel & Pengujian Laboratorium

1. Prinsip Pengambilan Sampel

  • Pabrikan yang sama, batch yang sama, model yang sama, spesifikasi yang sama.

  • Rasio Pengambilan Sampel:Minimal 1 sampel per batch.

  • Penerimaan Hemat Energi:​ Spot check ≥10% dari total tipe spesifikasi, minimal 2 tipe.

2. Penanganan Ketidakpatuhan

  • Tes pertama gagal →Pengambilan sampel gandauntuk verifikasi ulang.

  • Verifikasi ulang gagal →Tolak seluruh batch; penggunaannya sangat dilarang.

V. Masalah Umum & Pembuangan

Masalah

Metode Pembuangan

Kekurangan panjang

Meminta produsen untuk memberi kompensasi 10x meteran yang hilang.

Ketebalan insulasi tidak mencukupi

Kembalikan/ganti seluruh batch.

Resistensi konduktor yang berlebihan

Kembalikan/ganti seluruh batch.

Tanda-tanda yang tidak terbaca

Tolak atau minta penandaan ulang.

VI. Inspeksi Material Visual & Manual

Inti Tembaga:

  • Tembaga Standar Nasional (GB):​Merah keunguan, berkilau cerah, lembut, tidak mudah pecah.

  • Tembaga Non-Standar:​ Kekuningan/kusam, banyak kotoran, keras, rapuh.

Bahan Isolasi/Selubung:

  • Bahan Tahan Api:Fleksibilitas/ketangguhan yang baik; tidak ada bekas putih atau retak saat ditekuk.

  • Bahan Rendah:​ Menjadi putih bila ditekuk, keras, rapuh, mudah retak.

Pemeriksaan Pengupasan:​ Tidak ada kotoran internal atau gelembung udara; isolasi tidak menempel pada konduktor.

VII. Tes Kelistrikan Sederhana di Tempat

Uji Resistansi Isolasi:

Gunakan Megger untuk menguji resistansi fase-ke-fase dan fase-ke-tanah. Untuk kabel LV, nilai yang lebih tinggi lebih baik. Nilai yang rendah menunjukkan kelembapan/kerusakan—tolak segera.

Uji Kontinuitas:

Uji setiap inti kabel multiinti untuk mengetahui kontinuitasnya. Pastikan tidak ada sirkuit terbuka, korsleting, atau sambungan silang.

VIII. Penerimaan Khusus untuk Kabel Tertentu

  • Kabel Tahan Api / Tahan Api:Verifikasi penandaan dan laporan pengujian. Tes sederhana yang lebih ringan dapat dilakukan (padam sendiri setelah dikeluarkan dari nyala api menunjukkan lulus).

  • Kabel LSZH (Rendah Asap Nol Halogen):​ Selubung luar seharusnya tidak berbau halogen; pembakaran menghasilkan sedikit asap dan tidak ada asap hitam.

  • Kabel Lapis Baja:​ Pita baja/pelindung kawat harus tersusun rapi, bebas karat, dan sambungan pangkuan harus mengikuti spesifikasi.

IX. Retensi & Penyegelan Sampel

  • Potong dan segel 1–2 meter sampel dari setiap batch, tanda tangani untuk disimpan, untuk pengujian ulang atau penyelesaian sengketa di masa mendatang.

  • Tanda tangan untuk pergudangan pada saat penerimaan; langsung menolak batch yang tidak sesuai, mengambil foto sebagai bukti, dan mengatur pengembalian/penggantian.

X.8 Syarat Penolakan Segera

  1. Sertifikat Kesesuaian, tanda 3C, atau Laporan Pengujian tidak ada.

  2. Model/Spesifikasi tidak sesuai kontrak.

  3. Tanda samar atau hilang pada selubung luar.

  4. Jaket rusak, masuknya air, atau lembab.

  5. Diameter konduktor terlalu kecil atau ketebalan insulasi tidak mencukupi.

  6. Inti tembaga kusam, tidak murni, keras, atau rapuh.

  7. Panjang drumnya pendek atau meternya hilang.

  8. Resistansi isolasi rendah atau adanya sirkuit pendek/terbuka.

XI. Standar Referensi Utama

  • Kode penerimaan mutu konstruksi teknik kelistrikan gedungGB50303-2015

  • Kode penerimaan teknik bangunan hemat energiGB50411-2007

  • Konduktor kabel berinsulasiGB/T3956-2008